{"id":21215,"date":"2026-07-17T18:36:42","date_gmt":"2026-07-17T15:36:42","guid":{"rendered":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/?p=21215"},"modified":"2026-07-21T02:30:16","modified_gmt":"2026-07-20T23:30:16","slug":"yang-harus-diketahui-setiap-umat-kristiani-mengapa-istilah-terkutuk-tidak-sepenuhnya-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/yang-harus-diketahui-setiap-umat-kristiani-mengapa-istilah-terkutuk-tidak-sepenuhnya-tepat\/","title":{"rendered":"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &#8220;Terkutuk&#8221; Tidak Sepenuhnya Tepat"},"content":{"rendered":"<p>Kejadian 12:3 merupakan inti dari perjanjian Abraham:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">&#8220;Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan siapa pun yang mengutuk engkau, Aku akan mengutuknya (\u05d5\u05b7\u05d0\u05b2\u05d1\u05b8\u05e8\u05b0\u05db\u05b8\u05d4, \u05de\u05b0\u05d1\u05b8\u05e8\u05b0\u05db\u05b6\u05d9\u05da\u05b8, \u05d5\u05bc\u05de\u05b0\u05e7\u05b7\u05dc\u05b6\u05bc\u05dc\u05b0\u05da\u05b8, \u05d0\u05b8\u05d0\u05b9\u05e8, <em>va&#8217;avarakhah mevarakheikha, u-meqallelkha a&#8217;or<\/em>); dan semua bangsa di bumi akan diberkati melalui engkau.&#8221;<\/p>\n<p>Jika dibaca dalam bahasa Inggris, ayat ini tampak simetris: memberkati untuk memberkati, mengutuk untuk mengutuk, sebuah balas dendam yang sederhana. Namun, bahasa Ibrani yang mendasarinya menceritakan kisah yang lebih bernuansa, yang oleh banyak terjemahan bahasa Inggris disederhanakan dengan menggunakan satu kata dalam bahasa Inggris, yaitu &#8220;curse&#8221; (kutukan), untuk dua kata kerja Ibrani yang berbeda.<\/p>\n<h4>Dua Kata Berbeda untuk &#8220;Kutukan&#8221;<\/h4>\n<p>Kata kutukan pertama, yang diterapkan pada tindakan manusia, adalah <em> \u201cqalal\u201d<\/em> (\u05e7\u05dc\u05dc). Pada intinya, kata kerja ini tidak terutama menunjukkan pengumuman resmi sebuah kutukan. Artinya adalah memperlakukan sesuatu sebagai hal yang ringan, sepele, atau hina; meremehkan, merendahkan, atau mengabaikan. Akar kata yang sama juga digunakan di bagian lain Alkitab untuk menghina atau mengutuk orang tua. Kata kerja ini menggambarkan sikap penghinaan lebih daripada pengucapan kutukan secara formal.<\/p>\n<p>Menariknya, kata kerja <em>qalal<\/em> secara harfiah berada di bidang semantik yang berlawanan dengan kabed (\u201cmenghormati\u201d atau \u201cmenganggap penting\u201d). Menggunakan <em data-start=\"3556\" data-end=\"3563\">kata &#8220;qalal&#8221;<\/em> terhadap seseorang berarti memperlakukannya sebagai sosok yang tidak penting, remeh, atau tidak layak dihormati. Meskipun <em>&#8220;qalal&#8221;<\/em> terkadang dapat berarti &#8220;kutukan&#8221; tergantung konteksnya, makna dasarnya adalah memperlakukan seseorang sebagai sosok yang tidak penting, hina, atau tidak dihargai. Nuansa tersebut kemungkinan besar disengaja di sini.<\/p>\n<p>Kata kedua, yang menggambarkan respons Allah, adalah <em>&#8220;arar&#8221;<\/em> (\u05d0\u05e8\u05e8), sebuah istilah yang jauh lebih berat. Inilah kata yang digunakan untuk kutukan yang diucapkan atas ular dan atas tanah setelah Kejatuhan (Kejadian 3:14, 17), dan kemudian untuk kutukan-kutukan perjanjian resmi dalam Kitab Ulangan. Arar adalah kata kerja Ibrani standar untuk menempatkan seseorang di bawah kutukan ilahi atau hukuman yudisial.<\/p>\n<p>Jadi, meskipun ayat ini mengatakan &#8220;berkat demi berkat&#8221;, ayat ini tidak mengatakan &#8220;kutukan demi kutukan&#8221;. Ayat ini mengatakan bahwa siapa pun yang meremehkan Abraham atau memandang rendah dia akan menghadapi hukuman yang berat sebagai balasannya. Ketidakseimbangan inilah intinya.<\/p>\n<h4>Asimetri Tata Bahasa Juga<\/h4>\n<p>Ada lapisan kedua yang mudah terlewatkan dalam terjemahan: jumlah. \u201cMereka yang memberkati engkau\u201d berbentuk jamak, sedangkan \u201corang yang menghina engkau\u201d berbentuk tunggal. Banyak penafsir berpendapat bahwa asimetri ini secara halus menggambarkan berkat sebagai sikap yang diharapkan dari bangsa-bangsa, sedangkan orang yang merendahkan Abraham adalah pengecualian yang terisolasi. Terlepas dari apakah implikasi tersebut disengaja atau tidak, pergeseran tata bahasa ini tidak dapat disangkal dan berkontribusi pada tekstur sastra ayat tersebut.<\/p>\n<p>Menariknya, kedua kata kerja yang menggambarkan respons manusia tersebut adalah partisip, yang menggambarkan kecenderungan yang berkelanjutan, bukan tindakan yang terpisah. Kontrasnya terletak pada mereka yang secara rutin memberkati Abraham dan orang yang secara khas memperlakukannya dengan penghinaan.<\/p>\n<h4>Mengapa Hal Ini Penting dalam Membaca Ayat Ini<\/h4>\n<p>Secara keseluruhan, nuansa-nuansa ini mengubah bobot emosional dan teologis ayat tersebut. Ini bukanlah peringatan utama tentang pembalasan yang simetris, \u201ckutuklah aku dan aku akan membalas kutukanmu.\u201d Ini lebih mendekati hal ini: penghinaan, bahkan dalam bentuknya yang paling ringan dan umum sekalipun, mengundang konsekuensi yang tidak proporsional dan serius.<\/p>\n<p>Terjemahan bahasa Inggris yang menggunakan kata \u201ccurse\u201d (kutukan) untuk both <em>qalal<\/em> dan <em>arar<\/em> menyamarkan asimetri tersebut, sehingga ayat ini terdengar seperti timbal balik yang seimbang, padahal dalam bahasa Ibrani, berkat disajikan sebagai harapan yang umum, sementara hukuman muncul sebagai respons yang luar biasa namun berat.<\/p>\n<p>Terjemahan tidak salah menggunakan kata \u201ckutukan\u201d untuk keduanya; tidak ada satu kata pun dalam bahasa Inggris yang dapat menangkap konotasi penghinaan <em>dari kata qalal<\/em> versus kekuatan yudisial dari kata arar. Namun, pembaca yang hanya mengandalkan bahasa Inggris akan melewatkan nuansa halus yang tertanam dalam teks aslinya: ayat ini lebih berfokus pada keseriusan penghinaan daripada pada kutukan balas dendam.<\/p>\n<h4>Bagaimana Terjemahan Bahasa Inggris Menangani Ayat Ini<\/h4>\n<p>Tidak semua terjemahan bahasa Inggris meratakan perbedaan ini secara sama. NIV adalah salah satu contoh yang lebih jelas dalam menggabungkan kedua kata kerja Ibrani tersebut ke dalam kata bahasa Inggris yang sama, menerjemahkan ayat tersebut sebagai &#8220;siapa pun yang mengutukmu, Aku akan mengutuknya,&#8221; yang sepenuhnya menghapus perbedaan antara <em>qalal<\/em> dan <em>arar<\/em>.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ESV justru sangat mendekati pelestarian nuansa tersebut. Terjemahannya berbunyi: &#8220;Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan dia yang merendahkan engkau akan Kukutuk, dan melalui engkau semua suku bangsa di bumi akan diberkati.&#8221; Dengan menerjemahkan <em>qalal<\/em> sebagai &#8220;menghina&#8221; alih-alih &#8220;mengutuk,&#8221; ESV mempertahankan makna yang lebih ringan dan didasarkan pada penghinaan dari tindakan manusia, terpisah dari beban hukum yang lebih berat dari <em>arar<\/em>, yang disisihkan khusus untuk tanggapan Allah saja. Pilihan kata tunggal tersebut, &#8220;menghina&#8221; alih-alih &#8220;mengutuk,&#8221; memulihkan sebagian besar asimetri sastra dan teologis yang dimaksudkan oleh teks Ibrani.<\/p>\n<h4>Kesimpulan<\/h4>\n<p>Teks Ibrani dalam Kejadian 12:3 mengingatkan kita bahwa Allah tidak memandang penghinaan sebagaimana kita sering melakukannya. Kita menganggap ejekan, penghinaan, dan ketidakhormatan sepele sebagai pelanggaran kecil, tetapi Tuhan menilainya secara berbeda. Memperlakukan pemegang perjanjian-Nya dengan enteng berarti memperlakukan tujuan-Nya sendiri dengan enteng. Itulah sebabnya tindakan manusia digambarkan dengan kata <em>qalal<\/em> yang relatif ringan, sementara tanggapan Allah diungkapkan dengan <em>kata arar<\/em> yang jauh lebih berat. Ketidakseimbangan ini disengaja. Hal ini tidak memperbesar pentingnya manusia, melainkan komitmen ilahi terhadap janji-janji perjanjian-Nya. Pada saat yang sama, ayat ini dimulai dan diakhiri dengan berkat. Berkat, bukan penghakiman, adalah maksud utama Allah bagi bangsa-bangsa. Melalui Abraham dan pada akhirnya melalui Mesias Israel, semua suku bangsa di bumi diundang untuk menerima berkat itu. Peringatan tersebut tetap nyata, tetapi bertujuan untuk melindungi saluran yang suatu hari nanti akan digunakan oleh kasih karunia penebusan Allah untuk menjangkau seluruh dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejadian 12:3 merupakan inti dari perjanjian Abraham: &#8220;Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau, dan siapa pun yang mengutuk engkau, Aku akan mengutuknya (\u05d5\u05b7\u05d0\u05b2\u05d1\u05b8\u05e8\u05b0\u05db\u05b8\u05d4, \u05de\u05b0\u05d1\u05b8\u05e8\u05b0\u05db\u05b6\u05d9\u05da\u05b8, \u05d5\u05bc\u05de\u05b0\u05e7\u05b7\u05dc\u05b6\u05bc\u05dc\u05b0\u05da\u05b8, \u05d0\u05b8\u05d0\u05b9\u05e8, va&#8217;avarakhah mevarakheikha, u-meqallelkha a&#8217;or); dan semua bangsa di bumi akan diberkati melalui engkau.&#8221; Jika dibaca dalam bahasa Inggris, ayat ini tampak simetris: memberkati untuk memberkati, mengutuk untuk mengutuk, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[229],"tags":[],"class_list":["post-21215","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hebrew"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.3 (Yoast SEO v27.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &quot;Terkutuk&quot; Tidak Sepenuhnya Tepat - Jewish Studies for Christians<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"headline\":\"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &#8220;Terkutuk&#8221; Tidak Sepenuhnya Tepat\",\"datePublished\":\"2026-07-17T15:36:42+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-20T23:30:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/\"},\"wordCount\":887,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"articleSection\":[\"Hebrew\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/\",\"name\":\"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah \\\"Terkutuk\\\" Tidak Sepenuhnya Tepat - Jewish Studies for Christians\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-17T15:36:42+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-20T23:30:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &#8220;Terkutuk&#8221; Tidak Sepenuhnya Tepat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/\",\"name\":\"Dr Eli's Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\",\"name\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":470,\"caption\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/id\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah \"Terkutuk\" Tidak Sepenuhnya Tepat - Jewish Studies for Christians","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/"},"author":{"name":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"headline":"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &#8220;Terkutuk&#8221; Tidak Sepenuhnya Tepat","datePublished":"2026-07-17T15:36:42+00:00","dateModified":"2026-07-20T23:30:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/"},"wordCount":887,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"articleSection":["Hebrew"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/","url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/","name":"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah \"Terkutuk\" Tidak Sepenuhnya Tepat - Jewish Studies for Christians","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website"},"datePublished":"2026-07-17T15:36:42+00:00","dateModified":"2026-07-20T23:30:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/the-lost-nuance-of-genesis-12-3-why-cursed-isn-t-quite-right\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Yang Harus Diketahui Setiap Umat Kristiani: Mengapa Istilah &#8220;Terkutuk&#8221; Tidak Sepenuhnya Tepat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website","url":"https:\/\/drelisblog.com\/","name":"Dr Eli's Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/drelisblog.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98","name":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","width":2560,"height":470,"caption":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel"},"logo":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png"},"sameAs":["https:\/\/jewishstudiesforchristians.com"],"url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21215"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21215\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}