{"id":9148,"date":"2025-07-30T06:28:08","date_gmt":"2025-07-30T03:28:08","guid":{"rendered":"https:\/\/drelisblog.com\/?p=9148"},"modified":"2025-10-16T14:18:51","modified_gmt":"2025-10-16T11:18:51","slug":"abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/","title":{"rendered":"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah"},"content":{"rendered":"<p><strong>Perjalanan Iman Abraham: Konteks Akedah<\/strong><\/p>\n<p>Kisah Abraham dalam Kitab Kejadian merupakan rangkaian ujian yang membentuk identitasnya sebagai bapa bangsa Israel. Dimulai dengan panggilannya untuk meninggalkan negerinya (Kejadian 12:1, \u05dc\u05b6\u05da\u05b0\u05be\u05dc\u05b0\u05da\u05b8\u059b <em>lekh lekha<\/em>) sampai perpisahannya dengan Ismael (Kejadian 21:14), setiap tantangan memperkuat imannya kepada Allah. Ketika sampai di Kejadian 22, Abraham sudah akrab dengan perintah-perintah Allah, namun perintah untuk mengorbankan Ishak\u2014anak yang sangat dikasihinya dan pewaris janji Allah\u2014merupakan puncak dari semua ujiannya. Ujian ini bukan sekedar ujian pribadi, tetapi masuk ranah teologis yang mempertanyakan tentang sifat Allah, makna pengorbanan, dan seberapa dapat dipercayanya janji Allah.<\/p>\n<p>Akedah\u2014\u201cpengikatan Ishak\u201d\u2014terjungkap dalam konteks perjanjian Allah dengan Abraham, yang ditegaskan melalui janji menjadi bangsa yang besar, keturunan yang tak terhitung, dan tanah pusaka (Kejadian 12:2\u20133; 17:4\u20138). Ishak, yang lahir dari Sara di usia lanjut (Kejadian 21:2\u20133), adalah perwujudan dari semua janji itu, sehingga perintah Allah untuk mempersembahkannya sebagai korban bakaran sangatlah mengejutkan dan membingungkan. Kisah ini mengajak pembaca menggumulkan ketegangan antara ketaatan manusia dan kesetiaan Allah, tema utama dalam identitas perjanjian bangsa Israel.<\/p>\n<p><strong>Perintah Ilahi: Ujian Kepercayaan<\/strong><\/p>\n<p>Kisah ini dimulai dengan panggilan Allah: \u201cAmbillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.\u201d (Kejadian 22:2, TB). Teks bahasa Ibrani, \u05e7\u05b7\u05d7\u05be\u05e0\u05b8\u05a3\u05d0 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d1\u05bc\u05b4\u05e0\u05b0\u05da\u05b8\u05a8 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d9\u05b0\u05d7\u05b4\u05d9\u05d3\u05b0\u05da\u05b8\u05a4 \u05d0\u05b2\u05e9\u05c1\u05b6\u05e8\u05be\u05d0\u05b8\u05d4\u05b7\u0599\u05d1\u05b0\u05ea\u05bc\u05b8\u0599 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d9\u05b4\u05e6\u05b0\u05d7\u05b8\u0594\u05e7 <em>kach-na et-binkha et-yechidkha asher-ahavta et-Yitzchak<\/em>, pemilihan kata-katanya sengaja menyulut penuh emosi \u201canakmu, satu-satunya, yang engkau kasihi, Ishak.\u201d Kata \u05d9\u05b0\u05d7\u05b4\u05d9\u05d3\u05b0\u05da\u05b8\u05a4 <em>yechidkha<\/em> (\u201canakmu yang tunggal\u201d) menekankan status unik Ishak sebagai anak perjanjian, berbeda dengan Ismael (Kejadian 16:15; 21:13). Kata kerja \u05d0\u05b8\u05d4\u05b7\u0599\u05d1\u05b0\u05ea\u05bc\u05b8\u0599 <em>ahavta<\/em> (\u201cengkau kasihi\u201d) adalah kata \u201ckasih\u201d yang pertama kali muncul secara eksplisit dalam Taurat, menggambarkan kedekatan Abraham dengan Ishak dan betapa beratnya perintah ini.<\/p>\n<p>Frasa \u05dc\u05b6\u05da\u05b0\u05be\u05dc\u05b0\u05da\u05b8\u059b <em>lekh lekha<\/em> (\u201cpergilah\u201d) menggaungkan Kejadian 12:1, menghubungkan Akedah dengan panggilan pertama Abraham dan menjadikannya puncak dari perjalanan imannya. Tujuannya, \u05d0\u05b6\u05a3\u05e8\u05b6\u05e5 \u05d4\u05b7\u05de\u05bc\u05b9\u05e8\u05b4\u05d9\u05bc\u05b8\u0594\u05d4 <em>eretz ha-Moriyyah<\/em> (\u201ctanah Moria\u201d), itu sangat penting karena di kemudian hari menjadi lokasi berdirinya Bait Suci Salomo (2 Tawarikh 3:1), sebuah tempat suci yang sangat penting dalam ibadah bangsa Israel. Perintah untuk mempersembahkan Ishak sebagai \u05e2\u05b9\u05dc\u05b8\u0594\u05d4 <em>olah<\/em> (korban bakaran) merujuk pada sistem korban dalam kitab Imamat, di mana korban bakaran harus dibakar sampai habis sebagai lambang penyerahan diri total kepada Allah (Imamat 1:3\u20139).<\/p>\n<p>Perintah ini sungguh mencengangkan, karena kematian Ishak tampaknya akan membatalkan semua janji Allah. Namun respons Abraham langsung mentaati : \u05d4\u05b4\u05e0\u05bc\u05b5\u05bd\u05e0\u05b4\u05d9 <em>hineni<\/em> (\u201cini aku,\u201d Kejadian 22:1), satu kata yang menandakan kesiapan dan penyerahan diri total, kata ini juga digunakan oleh Musa dan Samuel (Keluaran 3:4; 1 Samuel 3:4). Jawaban ini membuka jalan kisah tentang iman yang diuji, memperlihatkan kepercayaan penuh Abraham.<\/p>\n<p><strong>Perjalanan Menuju Moria: Diam dan Taat<\/strong><\/p>\n<p>Ketaatan Abraham langsung terlihat: \u201cKeesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.\u201d (Kejadian 22:3). Tidak adanya dialog menunjukkan ketetapan hatinya, berbeda dengan negosiasi sebelumnya saat membela Sodom (Kejadian 18:22\u201333). Perjalanan tiga hari ke Moria, puncaknya saat Abraham \u201cmelihat tempat itu dari jauh\u201d (Kejadian 22:4), meningkatkan ketegangan dalam kisah ini. \u201cHari ketiga\u201d sering kali melambangkan pewahyuan ilahi atau penyelamatan dalam Kitab Suci (Hosea 6:2; Yunus 2:1\u20132), memberi\u00a0 isyarat tentang akhir kisah ini.<\/p>\n<p>Identifikasi Moria lebih lanjut dengan Gunung Bait Suci (2 Tawarikh 3:1) menghubungkan <em>Akedah<\/em> dengan ibadah bangsa Israel, di mana hadirat Allah tinggal. Tindakan Abraham menyucikan tempat itu, memperkuat makna teologis kisah ini.<\/p>\n<p><strong>Ayah dan Anak: Memikul Beban Bersama<\/strong><\/p>\n<p>Di kaki gunung Moria, Abraham berkata kepada bujang-bujang nya, \u201cTinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu\u201d (Kejadian 22:5). Bentuk jamak \u05d5\u05b0\u05e0\u05b8\u05e9\u05c1\u05a5\u05d5\u05bc\u05d1\u05b8\u05d4 <em>venashuvah<\/em> (\u201ckami akan kembali\u201d) menunjukkan harapan Abraham bahwa Allah akan memelihara Ishak, menandakan kepercayaannya pada penyediaan Allah. Abraham meletakkan kayu di atas punggung Ishak, sementara ia sendiri membawa api dan pisau, \u05de\u05bc\u05b7\u05d0\u05b2\u05db\u05b6\u0596\u05dc\u05b6\u05ea <em>ma\u2019akhelet<\/em>, alat untuk menyembelih yang berkaitan dengan gambaran pengorbanan (Kejadian 22:6). Pertanyaan Ishak &#8211; \u201cBapa&#8230; di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?\u201d (Kejadian 22:7)\u2014sangatlah menyayat hati. Penggunaan kata Ibrani \u05d0\u05b8\u05d1\u05b4\u0591\u05d9 <em>avi<\/em> (\u201cbapaku\u201d) dan jawaban Abraham yang lembut, \u05d4\u05b4\u05e0\u05bc\u05b6\u05a5\u05e0\u05bc\u05b4\u05d9 \u05d1\u05b0\u05e0\u05b4\u0596\u05d9 <em>hineni beni<\/em> (\u201cini aku, anakku\u201d), menunjukkan keintiman relasi mereka. Jawaban Abraham, \u05d0\u05b1\u05dc\u05b9\u05d4\u05b4\u059e\u05d9\u05dd \u05d9\u05b4\u05e8\u05b0\u05d0\u05b6\u05d4\u05be\u05dc\u05bc\u05a4\u05d5\u05b9 \u05d4\u05b7\u05e9\u05c2\u05bc\u05b6\u05d4\u0599 <em>Elohim yireh-lo ha-seh<\/em> (\u201cAllah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku,\u201d Kejadian 22:8), merupakan jawaban untuk menunda sekaligus bernubuat, mengekspresikan iman dalam pemeliharaan Tuhan. Frasa yang diulang, \u05d5\u05b7\u05d9\u05bc\u05b5\u05dc\u05b0\u05db\u05a5\u05d5\u05bc \u05e9\u05c1\u05b0\u05e0\u05b5\u05d9\u05d4\u05b6\u0596\u05dd \u05d9\u05b7\u05d7\u05b0\u05d3\u05bc\u05b8\u05bd\u05d5 <em>va-yelkhu sheneyhem yakhdav<\/em> (\u201cDemikianlah keduanya berjalan bersama-sama,\u201d Kejadian 22:6, 8), menekankan kesatuan hati mereka, menggambarkan kerelaan Ishak.<\/p>\n<p><strong>Klimaks: Ketaatan dan Campur Tangan Ilahi<\/strong><\/p>\n<p>Di puncak gunung, Abraham membangun mezbah, menyusun kayu, mengikat Ishak ( \u05d5\u05b7\u05d9\u05bc\u05b7\u05e2\u05b2\u05e7\u05b9\u0596\u05d3 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d9\u05b4\u05e6\u05b0\u05d7\u05b8\u05a3\u05e7 <em>va-ya\u2019akod et-Yitzchak<\/em>, asal nama <em>Akedah<\/em>), dan meletakkan Ishak di atas kayu (Kejadian 22:9). Kata kerja \u05e2\u05b8\u05e7\u05b7\u05d3 <em>akad<\/em> (\u201cmengikat\u201d) hanya muncul di sini, menunjukkan tindakan ritual. Ketika Abraham mengangkat <em>ma\u2019akhelet<\/em> untuk menyembelih anaknya (Kejadian 22:10), narasinya melambat : \u05d5\u05b7\u05d9\u05bc\u05b4\u05e9\u05c1\u05b0\u05dc\u05b7\u05a4\u05d7 \u05d0\u05b7\u05d1\u05b0\u05e8\u05b8\u05d4\u05b8\u05dd\u0599 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d9\u05b8\u05d3\u0594\u05d5\u05b9 <em>va-yishlach Avraham et-yado<\/em> (\u201csesudah itu Abraham mengulurkan tangannya\u201d) mendahului kalimat \u05d5\u05b7\u05d9\u05bc\u05b4\u05e7\u05bc\u05b7\u05a5\u05d7 \u05d0\u05b6\u05ea\u05be\u05d4\u05b7\u05de\u05bc\u05b7\u05d0\u05b2\u05db\u05b6\u0596\u05dc\u05b6\u05ea <em>va-yikach et-ha-ma\u2019akhelet<\/em> (\u201clalu mengambil pisau\u201d). Kisah ini semakin menegangkan, menarik pembaca ke dalam tekad Abraham.<\/p>\n<p>Malaikat TUHAN ikut campur tangan : \u201cJangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah.\u201d (Kejadian 22:12). Ketaatan Abraham membuktikan \u05d9\u05b4\u05e8\u05b0\u05d0\u05b7\u05a3\u05ea \u05d0\u05b1\u05dc\u05b9\u05d4\u05b4\u0594\u05d9\u05dd <em>yirat Elohim<\/em> (\u201ctakut akan Allah\u201d), yaitu kesetiaan kepada perjanjian (Kejadian 20:11). Allah menyediakan seekor domba jantan, yang dipersembahkan Abraham sebagai pengganti Ishak, dan ia menamai tempat itu \u05d9\u05b0\u05d4\u05d5\u05b8\u05a3\u05d4 \u05c0 \u05d9\u05b4\u05e8\u05b0\u05d0\u05b6\u0591\u05d4 <em>Adonai Yireh<\/em> (\u201cTUHAN akan menyediakan,\u201d Kejadian 22:14). Tindakan ini memperkuat gagasan bahwa Allah adalah Penyedia, dasar utama dari iman bangsa Israel (Mazmur 23:1).<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Pengikatan Ishak adalah bukti dari iman Abraham yang tak tergoyahkan dan kesetiaan Allah. Melalui perjalanan menuju Moria, jawaban \u05d4\u05b4\u05e0\u05bc\u05b5\u05bd\u05e0\u05b4\u05d9 <em>hineni<\/em> dari Abraham dan kepercayaan dalam diam dari Ishak mencerminkan pengabdian perjanjian Israel. Kedalaman sastra kisah ini\u2014dari tempo narasinya hingga simbol-simbolnya\u2014mengajak kita menggumulkan makna pengorbanan dan pemeliharaan Allah. <em>Akedah<\/em> tetap menjadi panggilan iman, menggaungkan seruan Abraham, \u201cIni aku,\u201d dalam setiap ujian hidup, dan menegaskan bahwa Allah akan menyediakan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perjalanan Iman Abraham: Konteks Akedah Kisah Abraham dalam Kitab Kejadian merupakan rangkaian ujian yang membentuk identitasnya sebagai bapa bangsa Israel. Dimulai dengan panggilannya untuk meninggalkan negerinya (Kejadian 12:1, \u05dc\u05b6\u05da\u05b0\u05be\u05dc\u05b0\u05da\u05b8\u059b lekh lekha) sampai perpisahannya dengan Ismael (Kejadian 21:14), setiap tantangan memperkuat imannya kepada Allah. Ketika sampai di Kejadian 22, Abraham sudah akrab dengan perintah-perintah Allah, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":179,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[424],"tags":[],"class_list":["post-9148","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-torah-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.3 (Yoast SEO v27.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah - Jewish Studies for Christians<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tammy Yu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\"},\"headline\":\"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah\",\"datePublished\":\"2025-07-30T03:28:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:18:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/\"},\"wordCount\":930,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"articleSection\":[\"Taurat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/\",\"name\":\"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah - Jewish Studies for Christians\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-07-30T03:28:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:18:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/\",\"name\":\"Dr Eli's Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\",\"name\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":470,\"caption\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\",\"name\":\"Tammy Yu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Tammy Yu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/id\\\/author\\\/tammyyulianto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah - Jewish Studies for Christians","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/"},"author":{"name":"Tammy Yu","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b"},"headline":"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah","datePublished":"2025-07-30T03:28:08+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:18:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/"},"wordCount":930,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"articleSection":["Taurat"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/","url":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/","name":"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah - Jewish Studies for Christians","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website"},"datePublished":"2025-07-30T03:28:08+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:18:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/abraham-mempersembahkan-ishak-kepada-allah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Abraham Mempersembahkan Ishak kepada Allah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website","url":"https:\/\/drelisblog.com\/","name":"Dr Eli's Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/drelisblog.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98","name":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","width":2560,"height":470,"caption":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel"},"logo":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png"},"sameAs":["https:\/\/jewishstudiesforchristians.com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b","name":"Tammy Yu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Tammy Yu"},"url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/author\/tammyyulianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/179"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9148"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9148\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}