{"id":9591,"date":"2025-08-05T09:20:48","date_gmt":"2025-08-05T06:20:48","guid":{"rendered":"https:\/\/drelisblog.com\/?p=9591"},"modified":"2025-10-16T14:17:12","modified_gmt":"2025-10-16T11:17:12","slug":"siapakah-nephilim-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/","title":{"rendered":"Siapakah Nephilim Itu?"},"content":{"rendered":"<p>Dalam beberapa ayat sebelumnya (Kejadian 6:1-2), kita membaca tentang kelompok misterius yang disebut &#8220;anak-anak Allah&#8221; mengambil &#8220;anak-anak perempuan manusia&#8221; menjadi istri mereka sesuka hati. Kita telah membahas beberapa penafsiran yang ada tentang siapa sebenarnya &#8220;anak-anak Allah&#8221; itu. Kami menyimpulkan bahwa tafsiran yang paling masuk akal untuk teks yang sulit ini (meskipun penafsiran lain juga dimungkinkan) adalah menganggap \u201canak-anak Allah\u201d itu merujuk kepada makhluk surgawi yang perkasa, anggota Dewan Ilahi (Mazmur 82). Sekarang mari kita memperhatikan bagaimana hal ini mungkin berkaitan dengan tokoh legendaris <em>Nephilim<\/em> (dalam beberapa terjemahan disebut raksasa).<\/p>\n<p><strong><em>Nephilim<\/em> dalam Kitab Kejadian: Hubungan yang Tidak Pasti\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u05d4\u05b7\u05e0\u05b0\u05bc\u05e4\u05b4\u05dc\u05b4\u05d9\u05dd \u05d4\u05b8\u05d9\u05d5\u05bc \u05d1\u05b8\u05d0\u05b8\u05e8\u05b6\u05e5, \u05d1\u05b7\u05bc\u05d9\u05b8\u05bc\u05de\u05b4\u05d9\u05dd \u05d4\u05b8\u05d4\u05b5\u05dd, \u05d5\u05b0\u05d2\u05b7\u05dd \u05d0\u05b7\u05d7\u05b2\u05e8\u05b5\u05d9-\u05db\u05b5\u05df \u05d0\u05b2\u05e9\u05b6\u05c1\u05e8 \u05d9\u05b8\u05d1\u05b9\u05d0\u05d5\u05bc \u05d1\u05b0\u05bc\u05e0\u05b5\u05d9 \u05d4\u05b8\u05d0\u05b1\u05dc\u05b9\u05d4\u05b4\u05d9\u05dd \u05d0\u05b6\u05dc-\u05d1\u05b0\u05bc\u05e0\u05d5\u05b9\u05ea \u05d4\u05b8\u05d0\u05b8\u05d3\u05b8\u05dd, \u05d5\u05b0\u05d9\u05b8\u05dc\u05b0\u05d3\u05d5\u05bc \u05dc\u05b8\u05d4\u05b6\u05dd:\u00a0 \u05d4\u05b5\u05de\u05b8\u05bc\u05d4 \u05d4\u05b7\u05d2\u05b4\u05bc\u05d1\u05b9\u05bc\u05e8\u05b4\u05d9\u05dd \u05d0\u05b2\u05e9\u05b6\u05c1\u05e8 \u05de\u05b5\u05e2\u05d5\u05b9\u05dc\u05b8\u05dd, \u05d0\u05b7\u05e0\u05b0\u05e9\u05b5\u05c1\u05d9 \u05d4\u05b7\u05e9\u05b5\u05bc\u05c1\u05dd<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong><sup>4<\/sup><\/strong> &#8220;Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi (\u05d4\u05b7\u05e0\u05b0\u05bc\u05e4\u05b4\u05dc\u05b4\u05d9\u05dd \u05d4\u05b8\u05d9\u05d5\u05bc \u05d1\u05b8\u05d0\u05b8\u05e8\u05b6\u05e5 <em>hanefilim hayu va\u2019arets<\/em>), dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia (\u05d0\u05b2\u05e9\u05b6\u05c1\u05e8 \u05d9\u05b8\u05d1\u05b9\u05d0\u05d5\u05bc \u05d1\u05b0\u05bc\u05e0\u05b5\u05d9 \u05d4\u05b8\u05d0\u05b1\u05dc\u05b9\u05d4\u05b4\u05d9\u05dd \u05d0\u05b6\u05dc-\u05d1\u05b0\u05bc\u05e0\u05d5\u05b9\u05ea \u05d4\u05b8\u05d0\u05b8\u05d3\u05b8\u05dd <em>&#8216;asher<\/em> <em>yavou beney ha&#8217;elohim &#8216;el-benot ha&#8217;adam<\/em>), dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan (\u05d4\u05b5\u05de\u05b8\u05bc\u05d4 \u05d4\u05b7\u05d2\u05b4\u05bc\u05d1\u05b9\u05bc\u05e8\u05b4\u05d9\u05dd \u05d0\u05b2\u05e9\u05b6\u05c1\u05e8 \u05de\u05b5\u05e2\u05d5\u05b9\u05dc\u05b8\u05dd, \u05d0\u05b7\u05e0\u05b0\u05e9\u05b5\u05c1\u05d9 \u05d4\u05b7\u05e9\u05b5\u05bc\u05c1\u05dd\u00a0 <em>hemah hagiborim &#8216;asher me&#8217;olam,\u2018anshey hashem<\/em>). (Kejadian 6:4)<\/p>\n<p>Menurut tradisi dalam Kitab Henokh dan Yobel &#8211;\u00a0 <em>Nephilim<\/em> adalah anak-cucu dari hubungan semacam ini. Seiring waktu, anggapan ini menjadi pandangan mayoritas dalam berbagai tradisi Yahudi dan Kristen.<\/p>\n<p>Coba baca kembali Kejadian 6, kali ini dengan perlahan dan teliti. Apakah Anda melihat betapa\u00a0penulis tampak ragu-ragu dan tidak yakin dalam menghubungkan kedua peristiwa tersebut? Setidaknya, kita dapat mengatakan bahwa Musa tampak tidak yakin akan adanya hubungan itu. Ia mencatat bahwa pada waktu \u201canak-anak Allah\u201d mulai bersetubuh dengan \u201canak-anak perempuan manusia\u201d, <em>Nephilim<\/em> sudah ada di bumi. Ia menggunakan frasa bahasa Ibrani \u05d1\u05b7\u05d9\u05b8\u05de\u05b4\u05d9\u05dd \u05d4\u05b8\u05d4\u05b5\u05dd (<em>bayamim haham) <\/em>yang berarti &#8220;pada waktu itu&#8221;, lalu ia menambahkan &#8220;dan juga sesudahnya&#8221; (\u05d5\u05b6\u05d2\u05b7\u05dd \u05d0\u05b2\u05d7\u05b2\u05e8\u05b5\u05d9; <em>v&#8217;gam acharey<\/em>). Menurut kami, teks Kejadian 6:1\u20134 menyatakan bahwa Musa menduga <em>Nephilim<\/em> Adalah keturunan dari hubungan terlarang ini, namun ia sendiri tidak yakin sepenuhnya. Hal ini wajar, karena Musa tidak hidup pada zaman kuno itu, dan dia juga tidak memiliki informasi langsung dari orang yang hidup pada masa itu. Dia menulis kisah ini berabad-abad kemudian berdasarkan tradisi lisan yang diwariskan kepadanya.<\/p>\n<p>Kedua, kami ingin Anda memperhatikan fakta bahwa Musa sendiri tampaknya tidak memandang <em>Nephilim<\/em> secara negatif. Dalam narasinya, dia justru menyebut <em>Nephilim<\/em> dengan nada kagum. (\u201corang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan\u201d)<\/p>\n<p><strong><em>Nephilim<\/em> dalam Kitab Bilangan: Raksasa dan Rasa Takut\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Ketika kita mempelajari sifat <em>Nephilim<\/em> lebih lanjut, kita harus melihat teks penting di dalam Kitab Bilangan. Kita membaca tentang laporan bernada negatif yang dibawa oleh para pengintai yang diutus Musa ke Tanah Perjanjian:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong><sup>28<\/sup><\/strong> &#8220;&#8230;bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.&#8221; \u00a0(<em>Dalam bahasa Ibrani \u201cEnak\u201d berarti raksasa atau bertubuh besar<\/em>). <strong><sup>29<\/sup><\/strong> Orang Amalek diam di tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.&#8221;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">\u2026<strong><sup>32<\/sup><\/strong> Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: &#8216;Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.\u201d <strong><sup>33<\/sup><\/strong> Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa (\u05d4\u05b7\u05e0\u05bc\u05b0\u05e4\u05b4\u05d9\u05dc\u05b4\u059b\u05d9\u05dd <em>ha\u2019nephilim<\/em>), orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa (\u05d1\u05bc\u05b0\u05e0\u05b5\u05a5\u05d9 \u05e2\u05b2\u05e0\u05b8\u0596\u05e7 \u05de\u05b4\u05df\u05be\u05d4\u05b7\u05e0\u05bc\u05b0\u05e4\u05b4\u05dc\u05b4\u0591\u05d9\u05dd); dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami&#8221; (Bilangan 13:28-33)<\/p>\n<p>Tidaklah jelas mengapa Bilangan 13:33 memakai dua ejaan berbeda untuk kata &#8220;<em>Nephilim<\/em>&#8221; dalam satu kalimat. Kata <em>nephilim<\/em> yang pertama memakai huruf <em>yod<\/em>, sedangkan yang kedua tidak. Ejaan \u05e0\u05bc\u05b0\u05e4\u05b4\u05dc\u05b4\u05d9\u05dd (kata<em> nephilim<\/em> yang pertama &#8211; dengan huruf \u201c<em>yod\u201d<\/em>) secara morfologi tidak sesuai dengan akar kata bahasa Ibrani \u05e0\u05b8\u05e4\u05b7\u05dc (<em>naphal<\/em>), yang berarti &#8220;jatuh.&#8221; Almarhum Michael Heiser mencatat bahwa jika kata<em> Nephilim<\/em> berasal dari kata <em>naphal,<\/em> seharusnya ejaannya berbeda, yaitu menjadi \u201c<em>nephulim\u201d<\/em> atau \u201c<em>nophelim\u201d<\/em>, sesuai kaidah pembentukan kata dalam bahasa Ibrani. Ia menduga\u00a0 bahwa bentuk &#8220;<em>Nephilim<\/em>&#8221; mungkin berasal dari bahasa Aram atau Akkadia (\u05e0\u05e4\u05d9\u05dc\u05d0; <em>naphila)<\/em>. Dalam kedua bahasa tersebut, <em>nephilim<\/em> dapat berarti raksasa atau makhluk yang mengerikan. Dugaan ini didukung oleh fakta bahwa kata <em>Nephilim <\/em>(dengan huruf <em>yod<\/em>) hanya muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani, menunjukkan bahwa ini bisa jadi kata serapan atau asal-usul yang tidak standar. Juga ada penjelasan lain yang menyoroti soal ejaan kuno yang belum baku, tetapi karena kata ini digunakan dalam satu ayat yang sama, penjelasan itu terasa kurang memadai.<\/p>\n<p>Namun, ayat ini secara tegas menghubungkan orang <em>Enak<\/em> dengan <em>Nephilim<\/em>. Dengan kata lain, tidak diragukan lagi bahwa orang <em>Enak<\/em> adalah bagian dari keluarga besar <em>Nephilim<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Orang Enak dan Goliat: Keturunan <em>Nephilim<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Dalam Kitab Yosua, kita membaca karena usaha Yosua (salah satu dari dua belas pengintai), orang <em>Enak<\/em> hampir punah, hanya beberapa yang tersisa. Kita membaca :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong><sup>21<\/sup><\/strong> Pada waktu itu Yosua datang dan melenyapkan orang Enak dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunungan Yehuda dan dari seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka ditumpas oleh Yosua. <strong><sup>22<\/sup><\/strong> Tidak ada lagi orang Enak ditinggalkan hidup di negeri orang Israel; hanya di Gaza, di Gat dan di Asdod masih ada yang tertinggal. (Yosua 11:21-22, TB)<\/p>\n<p>Tidak diragukan lagi, Anda pasti sudah memikirkan (dan memang seharusnya begitu) salah satu raksasa paling terkenal dalam sejarah Alkitab yaitu salah satu orang Enak\/ <em>Nephilim <\/em>terakhir. Kita membaca dalam 1 Samuel 17, kisah yang melibatkan Goliat dari Gat dan seorang gembala sederhana bernama Daud:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><strong><sup>2<\/sup><\/strong> Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin. <strong><sup>3<\/sup><\/strong> Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka. <strong><sup>4<\/sup><\/strong> Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal (sekitar 3 meter).&#8221; (1 Samuel 17:2-4)<\/p>\n<p>Dalam 2 Samuel 21:15\u201322, empat pejuang raksasa dari Gat, tampaknya kerabat Goliat, dibunuh oleh pasukan Daud. Mereka disebut &#8220;keturunan raksasa di Gat,&#8221; menunjukkan bahwa mereka berasal dari kaum Goliat. Teks-teks lain seperti Ulangan 2:10\u201311 dan 20\u201321 menyebutkan bangsa raksasa di Kanaan, termasuk Rephaim, Anakim, Emim, dan Zamzummim.<\/p>\n<p>Setelah kita memastikan bahwa <em>Nephilim<\/em> dan keturunannya memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari manusia biasa, kita dapat memahami mengapa Septuaginta Yahudi (LXX) menerjemahkan <em>Nephilim<\/em> bukan sebagai \u201corang yang jatuh\/mereka yang menyebabkan orang lain jatuh\u201d tetapi sebagai \u201craksasa\u201d.<\/p>\n<p><strong>Septuaginta dan Tradisi Yahudi: Raksasa dalam Dunia Helenistik<\/strong><\/p>\n<p>Septuaginta (LXX), terjemahan Bahasa Yunani dari Alkitab Ibrani yang ditulis pada abad ke-3\u20132 SM, menerjemahkan kata Ibrani &#8220;<em>Nephilim<\/em>&#8221; (\u05e0\u05b0\u05e4\u05b4\u05dc\u05b4\u05d9\u05dd) dalam Kejadian 6:4 dan Bilangan 13:33 dengan <em>gigantes<\/em> (\u03b3\u03b9\u03b3\u03ac\u03bd\u03c4\u03b5\u03c2), yang berarti &#8220;raksasa.&#8221; Pilihan terjemahan ini lebih bersifat tafsir daripada pertimbangan linguistik.<\/p>\n<p>Para penerjemah Yahudi dalam Septuaginta Yunani (LXX) mungkin beranggapan bahwa kata &#8220;<em>Nephilim<\/em>&#8221; (\u05e0\u05b0\u05e4\u05b4\u05d9\u05dc\u05b4\u05d9\u05dd) berasal dari bahasa Aram <em>naphiyla<\/em> (\u05e0\u05b0\u05e4\u05b4\u05d9\u05dc\u05b8\u05d0), yang berarti &#8220;raksasa&#8221; atau &#8220;makhluk mengerikan.&#8221; Namun kita tak bisa memastikannya. Menerjemahkannya dalam konteks Helenistik, mungkin mereka sengaja menggunakan istilah <em>gigantes<\/em> dalam bahasa Yunani untuk menyampaikan aspek fisik dan mitologi, membangkitkan para <em>Titan<\/em> atau Raksasa dalam mitologi Yunani\u2014makhluk yang kuat dan berukuran besar.<\/p>\n<p>Jadi masuk akal jika penerjemah LXX, yang menerjemahkannya di Alexandria, sebuah kota di Yunani, tampaknya memilih kata <em>gigantes<\/em> (raksasa) untuk membuat teks tersebut relevan bagi orang Yahudi yang berbahasa Yunani dan orang Yunani, menjembatani konsep Ibrani dengan kerangka budaya Yunani. Pilihan ini mencerminkan pendekatan interpretatif \/ tafsiran dan bukan terjemahan harfiah, yang memprioritaskan status legendaris <em>Nephilim<\/em> disbanding \u00a0etimologi yang akurat (atau kemungkinan lainnya).<\/p>\n<p>Selain itu, para penerjemah mungkin juga dipengaruhi oleh tradisi Yahudi lain yang memahami dan menegaskan <em>Nephilim<\/em> sebagai raksasa. Khususnya Kitab 1 Henokh yang menggambarkan <em>Nephilim<\/em> sebagai raksasa keturunan para <em>Pengawas<\/em>, yang menunjukkan tafsiran tradisi Yahudi awal yang diadopsi oleh Septuaginta (LXX). Kitab 1 Henokh, khususnya bagian yang dikenal sebagai <em>Kitab Para Penjaga<\/em> (1 Henokh 1\u201336), memuat pasal-pasal yang menggambarkan <em>Nephilim<\/em> sebagai raksasa, menekankan ukurannya yang sangat besar dan sifatnya yang merusak.<\/p>\n<p>Di sana kita membaca:<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">&#8220;Dan mereka berjumlah dua ratus [Para Penjaga]; mereka turun di zaman Yared di puncak Gunung Hermon&#8230; Mereka mengambil istri&#8230; dan mereka melahirkan raksasa-raksasa besar.&#8221; (1 Henokh 6:6-7)<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">&#8220;&#8230;dan perempuan-perempuan manusia itu mengandung dan melahirkan raksasa-raksasa besar yang tingginya tiga ribu hasta (sekitar 1.372 meter).&#8221; (1 Henokh 7:2)<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">&#8220;Dan lihatlah! Anak-anak perempuan manusia telah melahirkan raksasa, dan seluruh bumi dipenuhi darah dan ketidakadilan.&#8221; (1 Henokh 9:9)<\/p>\n<p>Terjemahan Septuaginta untuk <em>Nephilim<\/em> sebagai &#8220;raksasa&#8221; mencerminkan perpaduan petunjuk kontekstual (sifatnya yang perkasa dan menakutkan), adaptasi budaya (sejalan dengan mitologi Yunani), dan mungkin tradisi tafsiran seperti Kitab Henokh.<\/p>\n<p>Dalam kajian terpisah, saya juga akan mempertanyakan apakah Nephilim versi Musa ada hubungannya dengan tradisi Mesopotamia tentang tujuh Apkallus\u2014raksasa mitologis yang dua pertiga dewa, memiliki kekuatan dan pengetahuan luar biasa, dan pada akhirnya membuat marah dewa-dewa mereka.<\/p>\n<p><strong>Warisan <em>Nephilim<\/em>: Mitos, Sejarah, dan Teologi<\/strong><\/p>\n<p><em>Nephilim<\/em> adalah salah satu tokoh paling misterius dalam Alkitab, yang menghubungkan kisah-kisah kuno dan tradisi. Dalam Kejadian 6:4, mereka lahir dari &#8220;anak-anak Allah&#8221; dan &#8220;anak-anak perempuan manusia,&#8221; sementara dalam Bilangan 13:33, mereka dikaitkan dengan orang Enak yang menakutkan. Digambarkan sebagai makhluk yang kuat, Musa menyebut mereka secara hati-hati, karena asal-usul mereka yang tidak jelas. Teks-teks selanjutnya seperti Kitab Henokh dan terjemahan \u201craksasa\u201d dalam Septuaginta membuat mereka terdengar lebih legendaris. Digambarkan sebagai makhluk yang jatuh atau pahlawan raksasa, mereka menunjukkan campuran pengaruh bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani, terutama dalam Septuaginta. Terkait dengan tokoh seperti Goliat, <em>nephilim<\/em> memiliki peran yang besar dalam kisah-kisah Alkitab dan pandangan Yahudi-Kristen. Kisah mereka, yang berakar dari naskah\u00a0 suci dan tradisi, tetap menarik dan mengingatkan kita akan kekaguman dunia kuno terhadap hal-hal luar biasa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam beberapa ayat sebelumnya (Kejadian 6:1-2), kita membaca tentang kelompok misterius yang disebut &#8220;anak-anak Allah&#8221; mengambil &#8220;anak-anak perempuan manusia&#8221; menjadi istri mereka sesuka hati. Kita telah membahas beberapa penafsiran yang ada tentang siapa sebenarnya &#8220;anak-anak Allah&#8221; itu. Kami menyimpulkan bahwa tafsiran yang paling masuk akal untuk teks yang sulit ini (meskipun penafsiran lain juga dimungkinkan) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":179,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[424],"tags":[],"class_list":["post-9591","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-torah-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.3 (Yoast SEO v27.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Siapakah Nephilim Itu? - Jewish Studies for Christians<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tammy Yu\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\"},\"headline\":\"Siapakah Nephilim Itu?\",\"datePublished\":\"2025-08-05T06:20:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:17:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/\"},\"wordCount\":1474,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"articleSection\":[\"Taurat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/\",\"name\":\"Siapakah Nephilim Itu? - Jewish Studies for Christians\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-05T06:20:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T11:17:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/siapakah-nephilim-itu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siapakah Nephilim Itu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/\",\"name\":\"Dr Eli's Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98\",\"name\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":470,\"caption\":\"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/logo-scaled.png\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/drelisblog.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b\",\"name\":\"Tammy Yu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Tammy Yu\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/jewishstudiesforchristians.com\\\/id\\\/author\\\/tammyyulianto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siapakah Nephilim Itu? - Jewish Studies for Christians","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/"},"author":{"name":"Tammy Yu","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b"},"headline":"Siapakah Nephilim Itu?","datePublished":"2025-08-05T06:20:48+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:17:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/"},"wordCount":1474,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"articleSection":["Taurat"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/","url":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/","name":"Siapakah Nephilim Itu? - Jewish Studies for Christians","isPartOf":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website"},"datePublished":"2025-08-05T06:20:48+00:00","dateModified":"2025-10-16T11:17:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/siapakah-nephilim-itu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/drelisblog.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siapakah Nephilim Itu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#website","url":"https:\/\/drelisblog.com\/","name":"Dr Eli's Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/drelisblog.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/60f4a0c10ba754b71c7dc2ab8234ec98","name":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png","width":2560,"height":470,"caption":"Dr. Eli (Eliyahu) Lizorkin-Girzhel"},"logo":{"@id":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-scaled.png"},"sameAs":["https:\/\/jewishstudiesforchristians.com"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/drelisblog.com\/#\/schema\/person\/65967c618c60ee1a00a667e58a9bf13b","name":"Tammy Yu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ca6481910b7994f2527527005a5863e7c45d66c24c8447760cfdca70cd60e7?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Tammy Yu"},"url":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/author\/tammyyulianto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/179"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9591"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9591\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jewishstudiesforchristians.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}